krisis listrik yang melanda Provinsi Riau makin memanas, yang ditunjukkan dengan berbagai aksi terhadap PT PLN Wilayah Riau
Menanggapi hal ini, PLN gencar mencari jalan keluar terhadap krisis yang telah melanda wilayah Sumatera bagian tegah itu. Dari sejumlah opsi, ini 3 solusi yang sempat diutarakan di blog.
Pertama, PLN akan mengalihkan suplai energi listrik industri besar dan pusat perbelanjaan modern ke rumah tangga. Dengan pilihan ini, semua kalangan pengusaha besar dan industri juga akan merasakan dampak pemadaman bergilir, mengingat beban listrik di sektor ini cukup besar.
Kedua, PLN secara bertahap juga akan menyewa sejumlah (generator) genset berkapasitas tinggi yang ditempatkan di sejumlah pembangkit.
Seperti diketahui, Pembangkit Listrik tenaga Diesel (PLTD) Balai Pungut yang kini hanya memiliki dua generator akan ditingkatkan kapasitas produksinya lewat penambahan dua pembangkit baru yang segera beroperasi.
penambahan juga dilakukan untuk mempersiapkan pembangkit yang ada di Kota Duri, Kabupaten Bengkalis. Setidaknya PLN mempersiapkan lima unit generator untuk lokasi itu.
“Untuk satu pembangkit di Balai Pungut saja berkapasitas 16MW. Jadi kalau terealisasi dalam waktu dekat sebanyak 7 pembangkit lagi, maka totalnya mencapai 80MW,”menurut saya.
Solusi ketiga merupakan solusi periodik menyangkut musim kemarau yang kini melanda Riau. Minimnya debit air di waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) akan disiasati dengan cara modifikasi cuaca lewat hujan buatan. fasilitas yang berada di Kabupaten Kampar itu memiliki peranan penting dalam memenuhi pasokan energi listrik di Riau.
Musim kemarau yang terjadi selama beberapa bulan terakhir memang membuat waduk kekurangan debit air. Hal ini membuat sejumlah turbin tidak beroperasi.
“Kondisi tersebut yang kemudian memperparah kelistrikan di Riau. Selain juga ada beberapa pembangkit, khususnya PLTG yang telah habis masa kontrak atau jatuh tempo,”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar